JAKARTA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memicu kabut asap pekat yang mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Penurunan jarak pandang yang signifikan memaksa maskapai Lion Group menunda hingga membatalkan sejumlah penerbangan dari dan menuju Pontianak.
Corporate Communications Strategic Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, menegaskan bahwa perusahaan memprioritaskan jarak pandang sebagai pertimbangan utama keselamatan penerbangan. Kondisi kabut asap sepanjang pekan ini telah menurunkan jarak pandang secara drastis hingga tidak memenuhi standar operasional penerbangan. Menurut Danang, keputusan penundaan maupun pembatalan memicu pergeseran jadwal atau penghentian penerbangan demi menjaga keselamatan penumpang dan kru.
Mengenai mekanisme operasional, Lion Group membedakan status delay (penundaan) dan cancel (pembatalan). Penundaan tetap mempertahankan rencana penerbangan dengan menggeser jam keberangkatan sampai cuaca membaik. Sebaliknya, pembatalan berlaku jika jarak pandang tidak kunjung memenuhi syarat hingga batas waktu operasional berakhir. Maskapai memfasilitasi penumpang terdampak dengan opsi penjadwalan ulang atau pengembalian biaya tiket (refund) sesuai prosedur.
Pihak maskapai mengategorikan fenomena kabut asap ini sebagai force majeure atau keadaan kahar karena berada di luar kendali manajemen. Meski demikian, Lion Group terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, memperbarui informasi penerbangan, dan menyiapkan rute alternatif bagi para pelanggan.
Dampak gangguan ini terlihat nyata pada Kamis (3/9/2026). Beberapa rute penerbangan Lion Group mengalami penyesuaian jadwal dan pembatalan mendadak:
Lion Air JT-837 (Pontianak–Surabaya): Mengalami penundaan parah dari jadwal semula pukul 10.00 WIB dan baru bisa lepas landas pada pukul 21.00 WIB.
Lion Air JT-989 (Pontianak–Batam): Bergeser dari jadwal pukul 16.55 WIB dan baru terbang pukul 21.32 WIB.
Lion Air JT-955 (Pontianak–Batam): Dibatalkan sepenuhnya.
Batik Air ID-6227 (Pontianak–Jakarta): Dibatalkan karena jarak pandang belum memenuhi batas aman.
Super Air Jet: Membatalkan sejumlah penerbangan ke Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta.
Kondisi penerbangan mulai membaik pada Sabtu (5/9/2026). PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mengonfirmasi bahwa operasional di Bandara Internasional Supadio kembali berjalan normal seiring meningkatnya jarak pandang. General Manager Bandara Supadio, Maya Damayanti, memastikan pihaknya terus mengawal pelayanan agar situasi di area terminal tetap kondusif, tertib, dan aman bagi seluruh penumpang yang terdampak.(fazza)


















