JAKARTA — TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) menggandeng Paguyuban Hiu Kencana menggelar Seminar Nasional Hiu Kencana Tahun 2026 di Auditorium Jos Soedarso Seskoal, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026).
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali hadir membuka acara sekaligus menjadi keynote speaker. Dalam paparannya, Kasal menegaskan strategi krusial pembangunan kekuatan bawah air TNI AL demi menyongsong Indonesia Emas 2045. Kasal menyebut armada bawah laut sebagai investasi strategis jangka panjang sekaligus pilar utama maritime deterrence.
“Pembangunan kekuatan bawah air harus berjalan selaras dengan kemampuan multidomain operations dan terintegrasi langsung dengan maritime surveillance system. Sinergi ini akan mewujudkan pengendalian ruang maritim secara menyeluruh, dari permukaan hingga dasar laut,” tegas Kasal.
Kasal juga mendorong para peserta untuk merumuskan rekomendasi kebijakan konkret serta roadmap kolaboratif antara TNI AL, industri pertahanan, dan akademisi. Langkah ini krusial untuk membangun ekosistem riset, inovasi teknologi, dan sumber daya manusia guna menghadirkan kekuatan maritim nasional yang disegani di tingkat global.
Diskusi strategis ini menghadirkan jajaran tokoh penting, di antaranya Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksamana TNI (Purn.) Dr. Didit Heryawan, Wakil Kepala BRIN Laksamana Madya TNI (Purn.) Prof. Dr. Amarulla Octavian, Danseskoal Laksda TNI Ariantyo Condrowibowo, Dirut PT PAL Indonesia Dr. Kaharudin Djenod, Kalakhar Paguyuban Hiu Kencana Laksda TNI (Purn.) Didi Setiadi, serta perwakilan Thales Group Indonesia.
Melalui Seminar Nasional Hiu Kencana 2026, TNI AL memperkuat komitmen lintas sektor untuk membangun sistem pengawasan maritim yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan demi menjaga kedaulatan NKRI.(fa/fza)


















