JAWA TIMUR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Kawi, Jawa Timur, mencatatkan dampak kerusakan seluas 1.534 hektare hingga Sabtu (19/9/2026). Tim gabungan lintas instansi terus memperketat pemantauan serta melakukan pendinginan area terdampak untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api (flare-up). Berdasarkan pendataan koordinat lapangan, Pos Lapang Merkusi mencatat area terbakar seluas 385 hektare, sedangkan Pos Lapang Selorejo mencatat kerusakan mencapai 1.149 hektare.
Kalaksa BPBD Kabupaten Malang Purwoto mengonfirmasi bahwa observasi tim darat pada Sabtu tidak lagi menemukan nyala api atau asap tebal dalam skala besar. Meski demikian, pihak BPBD menegaskan penanganan tidak dihentikan dan fokus pada observasi berkelanjutan di area rawan. Ratusan personel dari Pos Keraton, Pos Merkusi, Pos Dalisodo, Pos Jabal Kucur, hingga Basecamp Buthak Panderman terus bergerak menyisir Puncak Pitrang, Puncak Batu Tulis, dan Puncak Gunung Malang.
Selain pengerahan tim darat, BPBD Provinsi Jawa Timur memacu pemadaman udara (water bombing) sebanyak tiga kali di titik-titik krusial, meski sempat terhalang kondisi cuaca mendung. Kebakaran ini juga memutus saluran pipanisasi air minum warga di jalur Gunung Malang, yang berdampak pada terhentinya pasokan air ke Dusun Sumberbendo, Desa Kucur, Kecamatan Dau. BPBD bersama TNI, Polri, Perhutani, dan relawan berkomitmen memperketat penyisiran serta menyiagakan pos pengamatan visual demi memastikan area Gunung Kawi benar-benar padam dan aman.(fa/fz)


















