BEKASI — Polda Metro Jaya menggelar Panen Raya sektor perikanan dan peternakan di kawasan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Senin (28/9/2026). Ajang pemanenan ini menjadi langkah strategis kepolisian dalam mengembangkan ekosistem rantai pasok bahan baku untuk mendukung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Metro Jaya.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran kepolisian memanen total 32 kolam budidaya yang terdiri atas 20 kolam ikan nila dan mujair, dua kolam ikan lele, serta 10 kolam udang. Panen raya ini membukukan hasil melimpah hingga mencapai sekitar 10 ton komoditas perikanan. Rinciannya mencakup 5.000 kilogram ikan nila dan mujair, 3.000 kilogram ikan lele, 1.000 kilogram udang vaname, serta 1.000 kilogram udang pancet. Tak hanya sektor perikanan, lokasi budidaya tersebut juga memproduksi sebanyak 4.000 butir telur ayam siap konsumsi. Seluruh komoditas ini langsung disalurkan untuk memperkuat ketersediaan bahan baku pangan SPPG.
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menegaskan bahwa pengembangan budidaya perikanan dan peternakan terpadu ini sengaja diarahkan untuk membangun kemandirian pangan lokal. Pihaknya memanfaatkan potensi wilayah pesisir Kabupaten Bekasi guna menjamin ketersediaan pasokan pangan secara berkelanjutan.
“Panen raya ini bukan sekadar melihat hasil budidaya, tetapi bagaimana kita membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan. Hasil dari sektor perikanan dan peternakan ini kita arahkan untuk mendukung rantai pasok bahan baku SPPG Polda Metro Jaya,” ujar Komjen Pol. Asep Edi Suheri di lokasi panen.
Ia menekankan bahwa aspek keberlanjutan menjadi fondasi utama dalam pengelolaan program ini, mulai dari tata kelola budidaya, proses pemanenan, hingga pemanfaatan hasilnya di hilir. Kapolda berharap ekosistem terpadu ini dapat terus bergulir dan berkembang, sehingga selain menjaga stabilitas bahan baku gizi, program ini juga mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal di sekitar area budidaya Muara Gembong.(fa/fza)


















