banner 728x250

Gegerkan Warga Wadung Pakisaji, Pemuda 22 Tahun Ditemukan Meninggal di Kandang Kambing

OLAH TKP PENEMUAN JASAD DI PAKISAJI Petugas Polsek Pakisaji bersama tim medis Puskesmas Pakisaji melakukan verifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) lokasi ditemukannya jasad pemuda berinisial AP (22) di Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Kamis, 22 Oktober 2026. Polisi mengamankan barang bukti berupa tali tampar, ponsel, dan bungkus rokok serta memastikan tidak ada tanda penganiayaan pada tubuh korban. (Foto Dok. Humas Polsek Pakisaji / Polres Malang)
banner 120x600
banner 468x60

MALANG – Seorang pemuda berinisial AP (22), warga Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, ditemukan meninggal dunia di area kandang kambing milik keluarganya pada Kamis, 22 Oktober 2026 siang. Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Pakisaji yang menerima laporan langsung menerjunkan tim untuk menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) serta identifikasi awal.

Kapolsek Pakisaji AKP Sunarko Rusbiyanto mengonfirmasi bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh ayahnya sendiri, Said, sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa bermula saat sang ayah berinisiatif mencari keberadaan anaknya yang tak kunjung kembali usai pamit pergi ke warung.

banner 325x300

Berdasarkan keterangan kronologi kejadian, sekitar pukul 12.00 WIB korban sempat meminta uang kepada ayahnya untuk membeli rokok. Namun, dua jam pasca berpamitan, korban tidak berada di dalam rumah hingga akhirnya sang ayah menyisir area sekitar dan menemukan korban sudah tidak bernyawa di area kandang kambing keluarga.

Mendapati kondisi tersebut, keluarga langsung menghubungi pihak perangkat Desa Wadung yang kemudian meneruskan laporan darurat ke Polsek Pakisaji. Petugas kepolisian bersinergi dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Pakisaji segera mengamankan lokasi guna penanganan medis dan kepolisian sesuai prosedur.

Dari hasil olah TKP awal, tim identifikasi mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, antara lain satu bungkus rokok merek ZA Mango, sepasang sandal, satu unit telepon seluler milik korban, serta seutas tali tampar yang diduga kuat berkaitan dengan peristiwa tersebut.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap jenazah oleh tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban,” terang AKP Sunarko Rusbiyanto.

Guna mendalami latar belakang peristiwa, penyidik Polsek Pakisaji telah meminta keterangan dari sejumlah saksi kunci, termasuk orang tua dan teman dekat korban. Berdasarkan keterangan rekan dekatnya, korban yang dikenal tertutup tersebut sempat mengeluhkan adanya permasalahan dalam hubungan asmara dengan kekasihnya beberapa hari sebelum kejadian. Meski demikian, kepolisian menegaskan informasi tersebut masih didalami dan belum menyimpulkan penyebab pasti peristiwa.(fa/fza)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *