banner 728x250

Pionir Terminal Ramah Lingkungan di Jakarta, NPCT1 Genjot Elektrifikasi Alat Operasional

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA – New Priok Container Terminal One (NPCT1) mempercepat proses elektrifikasi seluruh peralatan operasional di kawasan terminal peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok. Langkah strategis ini menjadi komitmen nyata perusahaan dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mengurangi jejak emisi karbon di lingkungan pelabuhan.

Pada Januari 2026, NPCT1 resmi mengalihkan tujuh unit dari total 51 unit truk internal (prime mover) menjadi armada berbahan bakar listrik. Manajemen mengklaim langkah inovatif ini menempatkan NPCT1 sebagai pioneer atau operator terminal pertama di Jakarta yang melakukan transisi armada ke kendaraan listrik.

banner 325x300

“Pengembangan armada listrik menjadi bagian dari rangkaian inisiatif keberlanjutan yang dijalankan perusahaan sejak mulai beroperasi pada 2016. Sebelumnya, NPCT1 menambahkan empat unit rubber-tyred gantry (RTG) bertenaga listrik pada 2019,” kata Direktur NPCT1 Abdul Azis di kantor NPCT1, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa, 27 Oktober 2026.

NPCT1 mengawali proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga surya atau solar photovoltaic (PV) tahap pertama berkapasitas 610 kilowatt-peak (kWp) pada 2024. Sistem tenaga surya tersebut memproyeksikan penurunan emisi karbon hingga 584 ton per tahun. Selanjutnya pada 2025, NPCT1 menambah satu unit quay crane elektrik dan lima unit RTG hybrid untuk memperkuat kapasitas operasional terminal hingga 1,5 juta TEUs per tahun.

Ke depan, manajemen NPCT1 merencanakan pemasangan solar PV tahap kedua yang berpotensi memangkas emisi karbon hingga 280 ton per tahun. Perusahaan juga akan menambah dua unit RTG elektrik serta mengonversi 10 unit RTG hybrid menjadi peralatan yang sepenuhnya mengandalkan tenaga listrik.

Secara keseluruhan, rangkaian program keberlanjutan ini memproyeksikan efisiensi pemakaian BBM hingga 600.000 liter sekaligus menekan emisi karbon hingga 1.000 ton per tahun.

“Selain mendukung pengurangan emisi, elektrifikasi peralatan juga menjadi bagian dari pengembangan terminal untuk menjaga keandalan layanan,” pukas Abdul Azis.(fa/fza)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *