JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming meninjau secara langsung kondisi alur Sungai Kaliyasa serta area kawasan dermaga Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap, Jawa Tengah, Senin, 26 Oktober 2026. Peninjauan lapangan tersebut dilakukan guna merespons pendangkalan parah akibat sedimentasi yang selama ini mengganggu alur pelayaran kapal-kapal nelayan setempat.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari dialog interaktif Wapres bersama masyarakat nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegalkatilayu. Dalam pertemuan tersebut, para perwakilan nelayan menyampaikan keluhan terkait sulitnya melintasi Sungai Kaliyasa untuk melaut menuju perairan lepas.
“Saya ingin menyampaikan terkait dengan pendangkalan Sungai Kaliyasa, pendangkalan, minta dikeruk. Karena dari tahun 95 itu, enggak pernah ada pengerukan,” ungkap salah seorang nelayan Cilacap, Temu, Senin, 26 Oktober 2026.
Selain memohon pengerukan dasar sungai, Temu juga berharap pemerintah membangun tanggul atau penahan fondasi batu di sepanjang tebing sungai guna mencegah abrasi dan longsor yang merugikan lahan milik warga sekitar.
Merespons aspirasi warga, Wapres Gibran menyampaikan bahwa permasalahan pendangkalan alur sungai dan sedimentasi serupa juga dijumpainya saat melakukan kunjungan kerja di beberapa daerah lain, seperti Lampung dan Cirebon.
“Pendangkalannya, mohon maaf, Pak Temu. Ini memang terjadi di beberapa tempat. Kami kemarin ada kunjungan ke Lampung, ke Cirebon, ada fenomena serupa juga. Jadi nanti mungkin perlu dilakukan pengerukan. Setelah pengerukan biar tidak terjadi datangnya sedimentasi lagi. Mungkin nanti perlu semacam pemecah ombak, ya, Pak, ya, di sungainya,” tutur Wapres.
Guna memastikan langkah taktis di lapangan, Wapres memutuskan mengecek langsung titik sedimentasi dan mengondisikan penyelesaian masalah ini bersama kementerian teknis terkait agar penanganannya komprehensif serta berjangka panjang.(fazza)


















