JAKARTA – Pelabuhan Patimban kembali mencetak sejarah penting dalam memperkuat jaringan logistik nasional dan internasional. Melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban, pelabuhan ini sukses menyambut kedatangan kapal MV. MSC CARLA III di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban sebagai penanda dimulainya kegiatan impor peti kemas internasional secara perdana.
Keberhasilan ini melengkapi pencapaian ekspor peti kemas internasional yang telah berlangsung pada pekan sebelumnya. Dengan hadirnya layanan ganda ini, Pelabuhan Patimban membuktikan kesiapannya melayani aktivitas perdagangan global secara reguler dan menghubungkan ekosistem bisnis Indonesia langsung ke rantai pasok dunia.
Kapal MV. MSC CARLA III tercatat bersandar di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban pada Minggu dini hari setelah berlayar dari Singapura. Seluruh rangkaian proses bongkar muat selesai ditangani dengan lancar pada Selasa siang. Kapal raksasa ini kemudian melanjutkan perjalanannya menuju Pasir Gudang di Malaysia, Laem Chabang di Thailand, hingga Shanghai dan Ningbo di Tiongkok sebagai bagian dari layanan pelayaran reguler Enhanced Seahorse Service.
Total aktivitas bongkar muat pada persinggahan bersejarah ini mencapai angka 1.632 TEUs. Angka tersebut mencakup 1.248 TEUs muatan ekspor dan 384 TEUs muatan impor. Jika dihitung berdasarkan satuan box peti kemas, aktivitas ekspor tercatat sebanyak 624 box yang terdiri atas peti kemas isi dan kosong, sementara aktivitas impor mencatatkan 192 box yang seluruhnya berisi muatan penuh.
Muatan impor yang dibongkar pada kesempatan ini didominasi oleh komponen kendaraan pabrikan BYD. Seluruh komponen tersebut langsung didistribusikan menuju fasilitas pabrik BYD di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Langkah ini menjadi bukti nyata peran strategis Pelabuhan Patimban dalam menjamin efisiensi rantai pasok kawasan industri manufaktur di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.
Di sisi lain, komoditas ekspor unggulan yang dikirimkan melalui jaringan pelayaran Mediterranean Shipping Company (MSC) pada kunjungan kali ini adalah bahan baku kertas. Produk ini dipasarkan ke berbagai negara tujuan di kawasan Asia. Kehadiran fasilitas ini menegaskan bahwa Pelabuhan Patimban kini berfungsi secara seimbang, baik sebagai pintu keluar komoditas unggulan nasional maupun pintu masuk bahan industri vital.
Kepala Kantor KSOP Kelas II Patimban, Mohd. Arief Agustian, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah milestone penting dalam penguatan simpul logistik Indonesia.
Menurutnya, pelaksanaan impor perdana ini menyempurnakan layanan ekspor yang sudah berjalan sebelumnya. Kesiapan operasional ini diharapkan dapat menjadikan Pelabuhan Patimban sebagai gerbang utama pelayaran internasional yang andal, memangkas biaya logistik, mendorong masuknya investasi baru, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.(fa/fza)


















