banner 728x250

ISW Dukung Norman Joesoef Jadi Wamenhan, Nilai Punya Modal Industri dan Diplomasi Global

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA — Lembaga kajian Indonesia Strategic Watch (ISW) menyatakan dukungan penuh kepada Norman Joesoef untuk mengisi posisi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Republik Indonesia. ISW menilai Pendiri Republikorp tersebut memiliki kombinasi pengalaman yang sangat relevan di bidang industri pertahanan, teknologi, serta diplomasi internasional guna membawa perspektif baru dalam pembangunan pertahanan nasional.

Koordinator Nasional ISW, Samuel Tampubolon, menegaskan bahwa perubahan lanskap keamanan global saat ini menuntut Indonesia memperkuat kemampuan mandiri, bukan sekadar menjadi pengguna produk luar negeri. Oleh karena itu, dibutuhkan sosok yang tak hanya paham birokrasi, tetapi juga berpengalaman langsung membangun industri pertahanan.

banner 325x300

“ISW mendukung penuh Norman Joesoef. Pengalaman industri, teknologi, dan jejaring internasional yang dimilikinya merupakan modal relevan untuk mempercepat transformasi pertahanan Indonesia,” ujar Samuel di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026).

Rekam Jejak dan Jejaring Internasional

Sejak mendirikan Republikorp pada 2013, Norman dinilai konsisten membangun kapasitas industri pertahanan swasta nasional sekaligus menghubungkannya dengan ekosistem global. Beberapa rekam jejak diplomasi dan kemitraan strategis yang pernah dijalinnya antara lain:

  • Turki : Menjajaki kerja sama dengan perusahaan pertahanan top Turki seperti Roketsan dan Aselsan (terkait rudal surface-to-surface Cakir dan sistem pertahanan udara Sungur), serta bermitra dengan CEO Baykar, Haluk Bayraktar, dalam penguatan teknologi pesawat tempur nirawak (Bayraktar Kizilelma).

  • India & UEA : Membuka komunikasi teknologi rudal BrahMos dengan India serta menjajaki kolaborasi dengan EDGE Group asal Uni Emirat Arab (UEA).

  • Diplomasi Tingkat Tinggi : Mendampingi delegasi Indonesia dalam pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Mei 2026, serta diperkenalkan kepada Perdana Menteri India Narendra Modi pada Juli 2026.

Menurut ISW, kemampuan membangun komunikasi dengan pusat industri pertahanan dunia ini sangat krusial untuk memperluas diversifikasi mitra, meningkatkan posisi tawar Indonesia, serta membuka peluang transfer teknologi.

Dorong Kemandirian dan Akuntabilitas

Samuel menekankan bahwa diplomasi pertahanan ke depan tidak boleh sekadar menjadi transaksi pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista). Setiap kerja sama harus dikonversi menjadi investasi jangka panjang, seperti peningkatan kualitas SDM, penguatan riset bersama, dan pengembangan rantai pasok industri komponen dalam negeri.

“Jejaring internasional adalah modal awal. Yang paling penting adalah bagaimana jejaring tersebut diterjemahkan menjadi teknologi, investasi, riset, dan kapasitas industri dalam negeri,” tegas Samuel.

Jika Norman dipercaya menduduki jabatan Wamenhan, ISW mendorong beberapa agenda prioritas yang harus dikawal :

  1. Percepatan kemandirian industri pertahanan nasional.

  2. Penguatan riset, inovasi, kecerdasan buatan (AI), dan sistem nirawak.

  3. Perluasan kolaborasi antara pemerintah, sektor industri, dan perguruan tinggi.

  4. Penerapan prinsip transparansi, profesionalisme, akuntabilitas, serta bebas dari konflik kepentingan.(fa/fza)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *