JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat yang berkunjung ke Balai Kota melalui program Namu Balai Kota. Tak sekadar melihat aktivitas di lingkungan pusat pemerintahan, pengunjung juga diajak menjelajahi sejumlah fasilitas melalui kegiatan interaktif bertajuk tantangan tiga stiker.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan ruang publik dan fasilitas edukasi kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih santai dan menyenangkan.
Dalam tantangan ini, pengunjung diminta mendatangi tiga lokasi yang telah ditentukan, yakni Jakarta Smart City (JSC), MH Thamrin Community Playground, dan Ruang Pola Jakarta Cinema Experience.
Untuk mengikuti kegiatan, pengunjung terlebih dahulu melakukan registrasi dengan menunjukkan kode QR atau barcode e-ticket yang diterima melalui surat elektronik kepada petugas di meja pendaftaran.
Setelah proses registrasi selesai, pengunjung akan memperoleh gelang identitas atau wristband serta Paspor Namu Balai Kota yang digunakan untuk mengumpulkan stiker selama mengikuti kegiatan.
Berbekal paspor tersebut, pengunjung dapat menjelajahi ketiga lokasi sekaligus mengenal berbagai fasilitas dan pengalaman yang ditawarkan dalam program Namu Balai Kota.
Setiap kunjungan ke lokasi yang ditentukan menjadi bagian dari tantangan pengumpulan stiker. Setelah berhasil mengumpulkan tiga stiker, pengunjung dapat kembali ke meja registrasi untuk memperoleh stempel resmi pada paspor dan mengklaim merchandise yang telah disiapkan.
Konsep tersebut memberikan pengalaman kunjungan yang lebih partisipatif. Masyarakat tidak hanya hadir sebagai pengunjung, tetapi juga terlibat langsung dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan.
Namu Balai Kota sendiri merupakan program yang dikembangkan untuk membuka kesempatan bagi masyarakat mengenal lingkungan Balai Kota Jakarta melalui perpaduan wisata edukasi, aktivitas komunitas, hiburan, dan pengenalan layanan publik.
Melalui pendekatan tersebut, Balai Kota diharapkan dapat semakin dikenal sebagai ruang yang terbuka bagi masyarakat, tidak hanya sebagai pusat administrasi pemerintahan, tetapi juga sebagai tempat belajar, berinteraksi, dan memperoleh pengalaman baru.
Informasi mengenai kegiatan dan pendaftaran kunjungan dapat diakses melalui kanal resmi Jakarta Smart City.


















