JAKARTA — PT Akses Pelabuhan Indonesia (API) mendukung penuh rencana penggabungan usaha ke dalam induk entitasnya, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL).
Langkah ini menjadi bagian dari agenda penyederhanaan (streamlining) anak perusahaan BUMN di bawah koordinasi PT Danantara Asset Management (Persero) dan PT Pelindo (Persero). Dalam aksi korporasi ini, PSL bertindak sebagai perusahaan penerima penggabungan (surviving entity).
Penataan struktur korporasi Pelindo Group ini juga melingkupi penggabungan PT Pelindo Properti Indonesia (PPI) ke dalam PT Menara Maritim Indonesia (MMI). Penyederhanaan ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas efisiensi portofolio, memangkas birokrasi bisnis, serta memperkuat daya saing ekosistem logistik nasional.
Melalui konsolidasi ini, seluruh aset, kegiatan usaha, kompetensi, dan sumber daya PT API akan terintegrasi penuh ke dalam PSL. Skema ini selaras dengan mandat PSL sebagai pengelola bisnis port supporting facilities, termasuk pembenahan jalur port access agar arus barang menuju dan dari pelabuhan makin lancar.
Penggabungan usaha ini ditargetkan berlaku efektif pada 1 November 2026. Manajemen memastikan operasional dan layanan kepada pengguna jasa tetap berjalan normal selama proses transisi. Setelah efektif, seluruh hak, kewajiban, dan perjanjian mitra usaha PT API otomatis beralih ke PSL sesuai regulasi.
Plt. Direktur Utama PT API Juli Tarigan menegaskan bahwa penggabungan ini merupakan langkah strategis untuk memperluas dampak positif kapabilitas timnya dalam skala bisnis yang lebih besar.
“Kami memandang penggabungan ini sebagai babak baru. Kompetensi yang kami bangun dalam pengoperasian akses pelabuhan akan memperkuat platform bisnis PSL yang terintegrasi, sehingga kontribusinya bagi Pelindo Group dan ekosistem logistik nasional makin optimal,” ujar Juli Tarigan.
Seluruh tahapan transisi dilaksanakan berlandaskan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Konsolidasi ini diharapkan memicu pertumbuhan nilai jangka panjang bagi Pelindo Group serta mendorong konektivitas pelabuhan dengan area hinterland secara berkelanjutan.(fa/fza)


















