KUALA LUMPUR — Pemerintah Malaysia akan mengangkat persoalan kabut asap lintas batas dalam pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN di Manila, Filipina, bulan depan. Langkah diplomasi ini bertujuan mendorong terbentuknya mekanisme regional yang lebih efektif dan mengikat untuk menanggulangi dampak kabut asap.
Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menjelaskan bahwa mekanisme ASEAN saat ini belum memasukkan kabut asap ke dalam klasifikasi bencana alam. Hal tersebut melatarbelakangi rencananya untuk mendiskusikan persoalan ini secara khusus bersama para menteri luar negeri negara anggota ASEAN.
“Kabut asap tidak termasuk atau diklasifikasikan sebagai bencana alam dalam mekanisme yang ada saat ini,” ujar Mohamad Hasan dikutip dari CNA, Senin (12/10/2026).
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Filipina Dominic Xavier Imperial mengonfirmasi agenda tersebut. Filipina memasukkan pembahasan kabut asap lintas batas ke dalam rapat persiapan para menlu menjelang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN.
Paparan kabut asap tebal melanda wilayah Singapura dan Malaysia dalam beberapa pekan terakhir akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan di kawasan. Kondisi ini memicu peningkatan kasus gangguan pernapasan serta memaksa pemerintah Malaysia menutup sekolah di sejumlah wilayah, termasuk di negara bagian Johor.
Menlu Mohamad Hasan menyampaikan keprihatinan serta apresiasinya atas kerja keras pemerintah Indonesia dalam memadamkan titik api di lapangan. Meski memahami tantangan berat yang dihadapi Indonesia, ia mendorong peningkatan langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif demi melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat di kawasan regional.(fa/fza)


















