SINGAPURA – Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin secara langsung gelaran Counter Terrorism Information Facility (CTIF) Council Meeting yang berlangsung pada 22–23 Oktober 2026 di Singapura.
Pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri oleh para pimpinan intelijen dari sembilan negara anggota—yakni Australia, Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat—ini menjadi momentum krusial dalam memperkokoh sinergi pertukaran informasi intelijen penanggulangan terorisme, sekaligus menandai lima tahun berdirinya CTIF.
Dalam forum internasional tersebut, para delegasi mendiskusikan dinamika dan peta perkembangan ancaman terorisme terkini di kawasan Asia Tenggara maupun global, termasuk mengidentifikasi berbagai potensi pemicu aksi radikalisme.
Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Rio Firdianto menegaskan bahwa kolaborasi strategis antarlembaga intelijen merupakan kunci utama dalam mematahkan potensi ancaman terorisme lintas negara (transnational crime).
“Kerja sama intelijen untuk menghadapi ancaman terorisme ini sudah berlangsung lama dan sangat efektif untuk mencegah aksi-aksi terorisme di negara peserta serta menjaga keamanan kawasan,” tegas Mayjen TNI Rio Firdianto.
Sinergi CTIF diwujudkan secara nyata melalui mekanisme pertukaran data informasi yang cepat, koordinasi taktis antarlembaga, serta penempatan perwakilan perwira intelijen dari tiap-tiap negara anggota guna mendukung operasional harian CTIF secara optimal.
Di samping agenda rapat dewan, seluruh delegasi juga berkesempatan meninjau secara langsung serta menyaksikan simulasi demonstrasi operasional fasilitas CTIF di Changi Naval Base, Singapura.
Keberhasilan kepemimpinan Indonesia sebagai Ketua CTIF Council periode 2025–2026 ini kian menegaskan peran aktif TNI dalam memajukan diplomasi militer serta menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian di kawasan regional.(fa/fza)


















