JAKARTA – Pemerintah memperkuat daya saing lulusan Sekolah Menengah Kejuruan melalui peluncuran program strategis SMK Go Global. Pelaksana Tugas Kepala BPSDMI Emmy Suryandari memaparkan bahwa kolaborasi ini menggabungkan penguatan kompetensi teknis dari Kementerian Perindustrian dengan pembukaan akses penempatan kerja luar negeri oleh Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia pada Jumat, 4 September 2026.
Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk perlindungan dari hulu guna membekali calon pekerja migran dengan keahlian bahasa, keterampilan teknis, dan sertifikasi resmi. Langkah ini memanfaatkan potensi bonus demografi Indonesia untuk mengisi kelangkaan tenaga kerja produktif di berbagai negara tujuan strategis seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, hingga kawasan Eropa.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menambah tekad pemerintah dalam memperkuat ekosistem vokasi berbasis sistem link and match. Melalui kesiapan sembilan SMK dan belasan perguruan tinggi vokasi di bawah naungan Kemenperin, lulusan muda Indonesia siap bersaing menjadi SDM industri yang tangguh, prosedural, dan berdaya saing global.(fa/fza)


















