Palembang – Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberangkatkan 289 personel Tim Penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 4 November 2026. Ratusan personel tersebut diterbangkan menuju tiga wilayah krusial penanganan karhutla, yakni Palembang, Palangkaraya, dan Banjarmasin.
Tim penyuluhan lapangan ini terdiri dari 264 Perwira Siswa (Pasis) dan 25 Perwira Pendamping (Paping) dari Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (Seskoad). Pengerahan personel ini dirancang untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis pendekatan masyarakat di wilayah rawan bencana.
Sebelum diberangkatkan ke lokasi penugasan, seluruh personel menerima pembekalan materi penyuluhan teknis dari Pati Sahli Tk. II Bid. Jahpers Brigjen TNI (Mar) Tri Haryanto, serta arahan strategis dari Pati Sahli Tk. III Bid. Banusia Laksda TNI Donny Suharto.
Pengerahan Tim Penyuluhan ini menjadi aksi proaktif TNI agar prajurit tidak sebatas mentransfer pengetahuan, melainkan mampu menjadi pelopor serta contoh nyata dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat lokal.
Laksda TNI Donny Suharto menekankan bahwa pencegahan di tingkat tapak merupakan kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan serta ketahanan nasional dari ancaman kabut asap.
“Mencegah kebakaran berarti menyelamatkan kehidupan, menjaga hutan berarti menjaga masa depan, dan membangun kepatuhan masyarakat berarti memperkuat ketahanan bangsa,” tegas Laksda TNI Donny Suharto.
Langkah edukasi dan penyuluhan lapangan ini menegaskan komitmen TNI dalam mendukung penanggulangan karhutla secara komprehensif, guna melindungi ekosistem perhutanan, menjaga kualitas udara, serta menjamin keselamatan hidup masyarakat Indonesia.(fa/fza)


















